Satu Rekom Izin Perpanjangan Jaklingko Mulai Berlaku Pekan Depan

Sistem layanan perizinan melalui Jakevo diperbaharui untuk mempermudah pelayanan masyarakat termasuk perpanjangan. izin operasional Jaklingko.

JAKARTA – Kabar gembira bagi ribuan pemilik angkot Jaklingko di Ibu Kota datang dari Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Iwan Kurniawan.
Setelah cukup lama menunggu kebijakan dari Pemprov DKI Jakarta melalui DPMPTSP, akhirnya perpanjangan izin/non perizinan operasional angkot Jaklingko akan dipermudah, sehingga masyarakat pemilik angkot Jaklingko dapat hanya satu kali mengajukan permohonan perpanjangan izin operasional.

DPMPTSP sedang menyempurnakan sistemnya, mudah-mudahan pekan depan sudah tuntas, kata Iwan Kurniawan. Penyempurnaan sistem perizinan Jakevo ini kata Iwan adalah untuk mempermudah masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Ia menambahkan, untuk teknis aplikasi Jakevo perizinan menjadi tanggung jawab Kepala Pusdatin DPMPTSP.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) DPM PTSP Budi Ismanto membenarkan bahwa untuk perizinan perpanjangan dan balik nama bisa dengan mudah dilakukan masyarakat.

“Kami sedang menyiapkan sistem satu kali bermohon dapat izin peremajaan, balik nama dan penetapan status. Hari Kamis nanti kami uji coba depan Kadis DPMPTSP. Insya Allah kalau nggak ada kekurangan, Senin pekan depan kami sudah production. Masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui Jakevo.jakarta.go.id,” kata Budi Ismanto dalam pesan WhatsApp-nya kepada Suarakarya.Id, Selasa (8/12/2020).

Kebijakan DPM PTSP melakukan perbaikan sistem Jakevo ini melaksakan permintaan Gubernur DKI Anies Baswedan agar masyarakat mudah melakukan perpanjangan izin operasional Jaklingko.

Sementara itu, Ketua Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Jakarta Utara (Jakut) H Ramly Hi Muhamad mengatakan, sampai sekarang para pemilik angkot Jaklingko ( Mikrolet-KWK) belum bisa memperpanjang izin operasional, balik nama dan penetapan karena berkasnya sedang diproses menjadi 1 rekom yang terdiri dari 1) balik nama (2) plat hitam. (3) plat kuning.

“Belum terpenuhi di Polda Metro. Baru satu rekom hanya bisa plat kuning saja,” kata Ramly.

Sumber: SuaraKarya.id